♪ melankolia - efek rumah kaca
Tuhan, lima menitku gelap. aku nyaris berkelana, namun ada bayang yang menjadikanku terangnya. bayang belum ingin terlelap. aku ingin terjaga dan menemaninya, aku ingin, Tuhan. pasangi galah pada kedua kelopak mataku, ada tawa dan senyumnya yang ingin kulihat lebih lama. ada peluk dan hangatnya yang masih ingin ku rasa.
tapi kenapa ya Tuhan, lima menitku gelap?
bayang ditelan gulita dan lima menitku menjadi separuh malam. separuh malam dipojok ruangan memeluk lutut berusaha mencari bayang. berkomat-kamit memohon maaf atas lima menitku yang gelap.
seharusnya gelap itu menjadi sesuatu yang imut, jadi bahan tertawa ketika aku mulai berkomunikasi dengan bahasa planet yang mungkin luput. tapi kenapa, Tuhan, lima menitku yang gelap kini amat menyeramkan? aku mulai berfikir untuk mulai mabuk kafein sehingga insomnia akan menyelamatkanku dari lima menit yang tiba-tiba menjadi gelap.
Tuhan, aku ingin mengutuhkan malamnya. menutupnya dengan senyuman dan harapan... aku tak ingin hatinya hancur menjadi serpihan karena lima menitku gelap.
malam ini ku tatap sekali lagi jendelaku menuju bayang.
aku ketakutan............
aku ketakutan............
Tuhan, aku harap insomnia dapat melindungiku pada hari mendatang
