aku tidak akan mengatakan bahwa diriku memiliki mental health issue. percayalah, itu bukan suatu hal yang bisa dibanggakan. aku selalu menganggap diriku hanya sekedar terlalu banyak cemas dan berlebihan terhadap banyak hal.
salah satu alasan yang kutahu, adalah aku sangat butuh perhatian, bukan dari banyak orang, hanya cukup seseorang. namun kadang perhatian yang aku harap aku dapatkan, sepertinya agak banyak merepotkan orang yang aku sayangi. misalnya harus menabari dulu jika akan mengerjakan sesuatu. karena, andai mereka tahu, betapa aku selalu memegang handphone, terutama di malam hari. ketika aku bisa merasa dapat "melonggarkan kerah" dan beristirahat pada waktu yang berkualitasbersama orang tersayang.
namun, ternyata orang tersayang merasa... hal yang kuminta itu, sangat berlebihan. hal yang dapat membuatku tenang itu, agak merepotkan. aku jadi berfkir, apa hal yang membuat aku tenang itu, obat yang kubutuhkan itu, sangat mahal harganya? sehingga orang yang aku sayangi merasa terbebani untuk menyediakan obat itu?
aki kembali menarik diri. aku tak ingin merepotkannya, biar aku saja lagi yang membohongi diriku bahwa aku baik-baik saja walaupun secara fisikpun terasa. bagian dada kiri dan tanganku terkadang merasa kesemutan setiap kali pikiranku mulai kacau. akupn menulis postingan ini sambil tak hentinya ait mataku mengalir. ada apa dengan diriku?
jujur saja, ketika dia datang dan sudah kubilang padanya, "kalau tidak sungguh2 ingin membenarkan hatiku yang berserakan, lebih baik pergi saja dari sekarang". hal tersebut bukan tanpa alasan. aku sulit mengatasi kalau sampai hal itu terjadi lagi.bukan karena takut diselingkuhi atau dia menyukai wanita dengan karakteristik tertentu. aku hanya paling takut jika dia pergi. pergi ketika dia sudah tau bahwa aku se-merepotkan-ini, dan aku tidak tahu lagi orang seperti apa atau sesabar apa yang kira-kira nanti akan jadi teman hidupku selamanya. aku merasa skeptis dengan keadaanku yang seperti ini.
ini hari pertama setelah aku berjanji akan membiarkannya mengerjakan tugasnya tanpa aku ganggu. pada selama entah apa saja yang dia kerjakan hari ini, aku tersiksa, karena aku tahu apa yang aku punya, namun seperti tak aku miliki. aku ada ketika dia memerlukan aku, namun, aku harus menahan driku untuk tidak mengganggunya ketika aku benar-benar membutuhkannya. aku tidak ingin mengganggunya. tapi aku benar-benar butuh teman bicara. aku kesepian.
aku pun baru menulis lagi padamu, langit. saking aku tidak tahu,mau bicarasama siapa tentang apa yang aku rasakan. aku harap obat itu akan segera datang... i'm dying...