Pages

Friday, February 23, 2018

best thing i've ever had

1508 KM jauhnya... entah kenapa kamu bisa terasa sangat dekat, bahkan ketika 3 hari kemarin kita benar-benar tidak ada kontak sama sekali. aku begitu yakin sebetulnya kamu ada di sebelahku, selalu. awalnya kupikir kamu selalu ditinggalkan oleh pacar-pacarmu yang terdahulu karena saking kamu cueknya dan tidak peduli maka mereka mencari pengganti yang lebih care dengan diri mereka. setelah kupikir lagi, mereka juga sama egoisnya. meninggalkan kamu yang jelas-jelas bego soal percintaan. soal kamu yang mereka harapkan akan mengejar-ngejar mereka lagi, memberikan hal-hal romantis agar mereka kembali, hingga mereka akhirnya merasa seanng dan akan memaafkanmu dan kalian kembali akur. aku bisa bilang begitu karena kemarin aku mengharapkan hal yang sama. ketika langit pikiranku mulai jernih, aku benar-benar paham: kamu bukan tipe orang yang seperti itu. satu-satunya cara paling romantis yang bisa kamu lakukan adalah dengan setia kepadaku, dengan tidak centil ke cewek-cewek lain, dan di era serba mudah dalam persekillan... kamu bahkan tidak suka mengecek handphone, apalagi untuk ngepoin cewek lain. setidaknya itu hal yang kupercaya sekarang.

5 bulan berjalan dan setiap aku membaca "i love you" yang kamu ketik entah menjadi loviuw, lafyu, loflyooo, atau apapun itu yang benar-benar terdengar lucu bagiku, aku selalu tersenyum, selalu, tidak pernah sekalipun absen. aku tidak perlu kamu belikan bunga, atau memperlakukan aku seperti putri dengan membukakan pintu mobil ketika kamu mengantarkanku ke bandara. tapi tetaplah menjadi laki-laki cuek pada dunia atau bahkan kepadaku. ketika kamu mengatakan satu kata itu, pastikan kata itu hanya untukku. you are so much more less drama than my other ex-bf. hampir semuanya. atau mungkin karna kamu bisa meredam aku yang sebetulnya pusat dari drama-drama yang terjadi selama ini? yah, aku berterima kasih karena sudah menjadi air dan bukan bensin yang menyiram aku ketika aku dilahap overthinking yang melanda, membakar. dan oh! ini sudah berapa minggu kamu menjadikan fotoku sebagai display picture line? aku tidak inign bertanya kenapa, biarlah aku tetap tersipu karenanya (baca: takut alasannya tidak seromantis kelihatannya, misalkan, ngga punya stok foto baru)

mungkin superpower ku sekarang adalah dapat tahan jika tidak kontakan, bahkan berhari-hari, tapi hatiku tetap ada di kamu. kamu benar "sudah usia segini, mau kemana lagi?" hubungan yang tanpa tujuan sudah tidak lagi menjadi hal yang menarik, hanya haha-hihi, sekedar pamer di publik bahwa kita bukan seorang hopeless romantic. publik tidak peduli itu, dan kita tidak butuh stample dari publik. denganmu aku lebih stabil, tapi tidak pernah flat. aku suka ketika kita membahas atau membedah suatu masalah dalam desain seperti di grup ahensyxahensy di facebook, atau iklan terbaru, atau referensi, atau musik. yah millenias relationship kickstarter. kamu pintar tapi tidak berisik dan diumbar-umbar, kamu tidak perlu membuktikan pada dunia bahwa kamu pintar tapi dunialah yang menilai dirimu pintar, kamu ganteng tapi kamu tidak centil, tidak serta-merta menjadikan dirimu berhala bagi para wanita yang mendamba paras lelakinya untuk jadi bahan likes. atau jadi serendah-rendahnya ATM bagi wanita sosialita haus harta :))

hai, kamu yang tidak suka puisi, kamu yang tidak romantis, kamu yang cuek sekali, yang sangat apa-adanya... lafyooo! semangat ya TA nya, aku tau kamu tidak akan membaca tulisan ini aku karena aku tahu kamu tidak kepo soal aku dan sampai bisa menemukan tulisan ini mencul di layar laptopmu kecuali aku yang kasih tau. semoga dilancarkan segala urusan akademisnya, semoga lancar kariernya, semoga diberikan yang terbaik oleh Allah SWT. semoga kita bisa berakhir di pelaminan pada waktu yang baik. baik jadi pasangan, maupun pengundang dan undangan. kamu adalah penetralisirku yang paling ampuh saat ini, terima kasih :*










Ilalang
Bandung, 01.23
24 Februari 2018

Monday, February 19, 2018

perihal kematian

pada dasarnya semua manusia akan mati sendirian kan? menyisakan air mata yang perlahan mengering. begitu juga aku, aku telah sampai di titik dimana harapanku hanya satu. dapat meninggal dalam keadaan mengingat Allah... sudah, itu saja... aku hanya ingin hidup di dunia merasa cukup, tidak ada penyakit hati. menjalani hidup sederhana yang biasa-biasa saja. semua yang ada di dunia akan hilang, tidak kekal selamanya. dan pada kenyataannya kematian hanya sedekat kulit dengan nadi dan kehidupan didunia hanya sekejap mata. semuanya telah diatur oleh Allah, bukan aku menyerah untuk menjadi yang terbaik. tapi apalah artinya aku mengejar bekal di dunia namun tidak bisa jadi bekal di akhirat. semoga jalanku selalu diluruskan, semoga setiap nafasku bisa bermanfaat, semoga jika kematian datang menjemput aku dalam keadaan taat pada perintah-perintah Allah.

Sunday, February 18, 2018

tidak kah kamu ingin tahu kabarku? atau setidaknya apa sakit gigiku sudah mendingan? kenapa kamu begitu senang tidak peduli...

Wednesday, February 7, 2018

just let me sleep now.

dan sampailah aku disini; pada pemahaman mengenai siksa dalam kepala yang menemaniku sampai pada akhirnya bisa terlelap. sekarang aku paham pada orang-orang yang mengkonsumsi obat tidur atau anti depresan. rasanya seperti kamu ingin mengeluarkan siapapun itu yang terus menerus meracau didalam kepalamu, yang menyebabkan jantungmu terasa seperti diremas, dan nadimu berdenyut seakan satu goresan kecil saja bisa membuat pembuluh darahmu pecah. kemudian darah mengalir tanpa henti, seraya air matamu yang membuatmu kian melemah. 

aku belum ingin mengkonsumsi obat tidur atau bahkan anti depresan. walau sebenarnya mungkin aku sudah butuh salah satunya, aku masih belum ingin menyerah pada zat-zat penenang itu. pada saat-saat seperti ini aku membayangkan sosok, entah siapapun itu, sambil aku menangis pada bantalku, aku mengusap-usap kepalaku sendiri. seperi menenangkan diri sendiri (walau kuharap disana ada seseorang yang nyata, yang akan rela mengusap-usap kepalaku hingga aku tertidur).


sekejap, kupikir menikah adalah solusi terbaik.

ldr tidak pernah jadi masalah buatku, sesungguhnya aku juga bukan orang yang gila afeksi dari kekasihku. tapi aku tau, kata-kata dan sikapnya sangat-sangat berpengaruh kepada kejiwaanku. bahkan hal-hal kecil sekalipun (terserah jika mau menganggapnya berlebihan, aku pun tidak meminta pendapatmu). aku tahu kita tidak akan pernah bertemu dengan orang yang benar-benar cocok untuk kita. pasti ada saja hal didalam dirinya yang perlu kita maklum dan tidak bisa kita tuntut untuk menjadi seperti yang kita harapkan. tapi jadinya, sekarang aku yang merasa tidak pantas. untuk apa kamu menghabiskan waktu denganku sekarang? kamu hanya akan menjadi repot. sedang kamu pun sudah repot dengan tugas akhirmu. semakin hari rasanya aku semakin dekat dengan bibir jurang; pada kata menyerah. setiap kali aku merasa kacau dan kau mendebatnya, aku semakin merasa tidak pantas untukmu. atau bahkan untuk siapapun.

aku rasanya ingin meminta maaf pada kedua orangtuaku. yang menitipkan harapan padaku akan menjadi orang yang mereka doakan sukses, pintar, rajin, dan lain-lain. i just felt i'm a total failure. bahkan untuk jadi pendamping kamu saja aku merasa tidak pantas lagi karena aku tidak membawa dampak baik dalam kehidupanmu. menuju sebentar lagi aku resign. menuju persaingan melamar kerja di jakarta. meuju kehidupan keras. usia semakin bertambah. akhir semesta semakin dekat. dan aku masih saja menjadi sebuah kegagalan.





ilalang,
bandung, 23.18
7 februari 2018