Pages

Wednesday, February 7, 2018

just let me sleep now.

dan sampailah aku disini; pada pemahaman mengenai siksa dalam kepala yang menemaniku sampai pada akhirnya bisa terlelap. sekarang aku paham pada orang-orang yang mengkonsumsi obat tidur atau anti depresan. rasanya seperti kamu ingin mengeluarkan siapapun itu yang terus menerus meracau didalam kepalamu, yang menyebabkan jantungmu terasa seperti diremas, dan nadimu berdenyut seakan satu goresan kecil saja bisa membuat pembuluh darahmu pecah. kemudian darah mengalir tanpa henti, seraya air matamu yang membuatmu kian melemah. 

aku belum ingin mengkonsumsi obat tidur atau bahkan anti depresan. walau sebenarnya mungkin aku sudah butuh salah satunya, aku masih belum ingin menyerah pada zat-zat penenang itu. pada saat-saat seperti ini aku membayangkan sosok, entah siapapun itu, sambil aku menangis pada bantalku, aku mengusap-usap kepalaku sendiri. seperi menenangkan diri sendiri (walau kuharap disana ada seseorang yang nyata, yang akan rela mengusap-usap kepalaku hingga aku tertidur).


sekejap, kupikir menikah adalah solusi terbaik.

ldr tidak pernah jadi masalah buatku, sesungguhnya aku juga bukan orang yang gila afeksi dari kekasihku. tapi aku tau, kata-kata dan sikapnya sangat-sangat berpengaruh kepada kejiwaanku. bahkan hal-hal kecil sekalipun (terserah jika mau menganggapnya berlebihan, aku pun tidak meminta pendapatmu). aku tahu kita tidak akan pernah bertemu dengan orang yang benar-benar cocok untuk kita. pasti ada saja hal didalam dirinya yang perlu kita maklum dan tidak bisa kita tuntut untuk menjadi seperti yang kita harapkan. tapi jadinya, sekarang aku yang merasa tidak pantas. untuk apa kamu menghabiskan waktu denganku sekarang? kamu hanya akan menjadi repot. sedang kamu pun sudah repot dengan tugas akhirmu. semakin hari rasanya aku semakin dekat dengan bibir jurang; pada kata menyerah. setiap kali aku merasa kacau dan kau mendebatnya, aku semakin merasa tidak pantas untukmu. atau bahkan untuk siapapun.

aku rasanya ingin meminta maaf pada kedua orangtuaku. yang menitipkan harapan padaku akan menjadi orang yang mereka doakan sukses, pintar, rajin, dan lain-lain. i just felt i'm a total failure. bahkan untuk jadi pendamping kamu saja aku merasa tidak pantas lagi karena aku tidak membawa dampak baik dalam kehidupanmu. menuju sebentar lagi aku resign. menuju persaingan melamar kerja di jakarta. meuju kehidupan keras. usia semakin bertambah. akhir semesta semakin dekat. dan aku masih saja menjadi sebuah kegagalan.





ilalang,
bandung, 23.18
7 februari 2018

No comments:

Post a Comment