kepada kamu,
kalau boleh aku ulang waktu, kalau bisa aku kembali menjadi aku yang baru putus dengan langit, hadirlah lebih awal sehingga aku tidak perlu bertemu dengan bukit. aku bisa mengatakan bahwa aku yang sekarang ini adalah bentukan dari bagaimana bukit memperlakukanku. maaf bila imbasnya aku jadi sangat-sangat aneh bagimu, menyebalkan, tidak biasa. waktu aku dengan langit, aku adalah orang yang nerima-nerima saja, tidak pernah ada pertengkaran hebat. aku yang akan galau sendiri dan kamu tidak perlu pusing memikirkan perasaan aku.
maaf kalau kamu kian menjadi lelah, aku pun tidak mau berpisah denganmu, tapi ketika kamu rasa kamu sudah pada batas sabarmu, apa yang bisa aku lakukan. tidak mungkin ada jalan kembali.
kalau bisa aku ulang waktu, mungkin aku tidak akan membalas pesan2mu dengan perasaan. karena mungkin, kalau aku tidak ada, kamu sekarang bisa bersama perempuan itu... yang telah lama kamu kenal dan pasti dia adalah perempuan baik yang tidak menuntutmu banyak hal, tidak akan memintamu untuk mengerti badai yang ada di dalam otaknya. kamu akan lebih bahagia, tanpa beban. jika saja aku bisa.
dan aku akan menggila sendiri di perantauan. aku tidak tahu lagi apa yang aku mau selain menyiksa badan dan mentalku disini. kamu sungguh-sungguh obat bagiku disini, tapi aku adalah racun bagimu. apa yang bisa aku perbuat? maaf telah menempamu dengan harus mengasuh aku yang seperti ini.
aku sudah tidak ingin menahanmu,
pergilah jika kamu mau.
aku hanya akan membebani kamu.
Pages
Friday, October 19, 2018
Friday, February 23, 2018
best thing i've ever had
1508 KM jauhnya... entah kenapa kamu bisa terasa sangat dekat, bahkan ketika 3 hari kemarin kita benar-benar tidak ada kontak sama sekali. aku begitu yakin sebetulnya kamu ada di sebelahku, selalu. awalnya kupikir kamu selalu ditinggalkan oleh pacar-pacarmu yang terdahulu karena saking kamu cueknya dan tidak peduli maka mereka mencari pengganti yang lebih care dengan diri mereka. setelah kupikir lagi, mereka juga sama egoisnya. meninggalkan kamu yang jelas-jelas bego soal percintaan. soal kamu yang mereka harapkan akan mengejar-ngejar mereka lagi, memberikan hal-hal romantis agar mereka kembali, hingga mereka akhirnya merasa seanng dan akan memaafkanmu dan kalian kembali akur. aku bisa bilang begitu karena kemarin aku mengharapkan hal yang sama. ketika langit pikiranku mulai jernih, aku benar-benar paham: kamu bukan tipe orang yang seperti itu. satu-satunya cara paling romantis yang bisa kamu lakukan adalah dengan setia kepadaku, dengan tidak centil ke cewek-cewek lain, dan di era serba mudah dalam persekillan... kamu bahkan tidak suka mengecek handphone, apalagi untuk ngepoin cewek lain. setidaknya itu hal yang kupercaya sekarang.
5 bulan berjalan dan setiap aku membaca "i love you" yang kamu ketik entah menjadi loviuw, lafyu, loflyooo, atau apapun itu yang benar-benar terdengar lucu bagiku, aku selalu tersenyum, selalu, tidak pernah sekalipun absen. aku tidak perlu kamu belikan bunga, atau memperlakukan aku seperti putri dengan membukakan pintu mobil ketika kamu mengantarkanku ke bandara. tapi tetaplah menjadi laki-laki cuek pada dunia atau bahkan kepadaku. ketika kamu mengatakan satu kata itu, pastikan kata itu hanya untukku. you are so much more less drama than my other ex-bf. hampir semuanya. atau mungkin karna kamu bisa meredam aku yang sebetulnya pusat dari drama-drama yang terjadi selama ini? yah, aku berterima kasih karena sudah menjadi air dan bukan bensin yang menyiram aku ketika aku dilahap overthinking yang melanda, membakar. dan oh! ini sudah berapa minggu kamu menjadikan fotoku sebagai display picture line? aku tidak inign bertanya kenapa, biarlah aku tetap tersipu karenanya (baca: takut alasannya tidak seromantis kelihatannya, misalkan, ngga punya stok foto baru)
mungkin superpower ku sekarang adalah dapat tahan jika tidak kontakan, bahkan berhari-hari, tapi hatiku tetap ada di kamu. kamu benar "sudah usia segini, mau kemana lagi?" hubungan yang tanpa tujuan sudah tidak lagi menjadi hal yang menarik, hanya haha-hihi, sekedar pamer di publik bahwa kita bukan seorang hopeless romantic. publik tidak peduli itu, dan kita tidak butuh stample dari publik. denganmu aku lebih stabil, tapi tidak pernah flat. aku suka ketika kita membahas atau membedah suatu masalah dalam desain seperti di grup ahensyxahensy di facebook, atau iklan terbaru, atau referensi, atau musik. yah millenias relationship kickstarter. kamu pintar tapi tidak berisik dan diumbar-umbar, kamu tidak perlu membuktikan pada dunia bahwa kamu pintar tapi dunialah yang menilai dirimu pintar, kamu ganteng tapi kamu tidak centil, tidak serta-merta menjadikan dirimu berhala bagi para wanita yang mendamba paras lelakinya untuk jadi bahan likes. atau jadi serendah-rendahnya ATM bagi wanita sosialita haus harta :))
hai, kamu yang tidak suka puisi, kamu yang tidak romantis, kamu yang cuek sekali, yang sangat apa-adanya... lafyooo! semangat ya TA nya, aku tau kamu tidak akan membaca tulisan ini aku karena aku tahu kamu tidak kepo soal aku dan sampai bisa menemukan tulisan ini mencul di layar laptopmu kecuali aku yang kasih tau. semoga dilancarkan segala urusan akademisnya, semoga lancar kariernya, semoga diberikan yang terbaik oleh Allah SWT. semoga kita bisa berakhir di pelaminan pada waktu yang baik. baik jadi pasangan, maupun pengundang dan undangan. kamu adalah penetralisirku yang paling ampuh saat ini, terima kasih :*
Ilalang
Bandung, 01.23
24 Februari 2018
Monday, February 19, 2018
perihal kematian
pada dasarnya semua manusia akan mati sendirian kan? menyisakan air mata yang perlahan mengering. begitu juga aku, aku telah sampai di titik dimana harapanku hanya satu. dapat meninggal dalam keadaan mengingat Allah... sudah, itu saja... aku hanya ingin hidup di dunia merasa cukup, tidak ada penyakit hati. menjalani hidup sederhana yang biasa-biasa saja. semua yang ada di dunia akan hilang, tidak kekal selamanya. dan pada kenyataannya kematian hanya sedekat kulit dengan nadi dan kehidupan didunia hanya sekejap mata. semuanya telah diatur oleh Allah, bukan aku menyerah untuk menjadi yang terbaik. tapi apalah artinya aku mengejar bekal di dunia namun tidak bisa jadi bekal di akhirat. semoga jalanku selalu diluruskan, semoga setiap nafasku bisa bermanfaat, semoga jika kematian datang menjemput aku dalam keadaan taat pada perintah-perintah Allah.
Sunday, February 18, 2018
Wednesday, February 7, 2018
just let me sleep now.
dan sampailah aku disini; pada pemahaman mengenai siksa dalam kepala yang menemaniku sampai pada akhirnya bisa terlelap. sekarang aku paham pada orang-orang yang mengkonsumsi obat tidur atau anti depresan. rasanya seperti kamu ingin mengeluarkan siapapun itu yang terus menerus meracau didalam kepalamu, yang menyebabkan jantungmu terasa seperti diremas, dan nadimu berdenyut seakan satu goresan kecil saja bisa membuat pembuluh darahmu pecah. kemudian darah mengalir tanpa henti, seraya air matamu yang membuatmu kian melemah.
aku belum ingin mengkonsumsi obat tidur atau bahkan anti depresan. walau sebenarnya mungkin aku sudah butuh salah satunya, aku masih belum ingin menyerah pada zat-zat penenang itu. pada saat-saat seperti ini aku membayangkan sosok, entah siapapun itu, sambil aku menangis pada bantalku, aku mengusap-usap kepalaku sendiri. seperi menenangkan diri sendiri (walau kuharap disana ada seseorang yang nyata, yang akan rela mengusap-usap kepalaku hingga aku tertidur).
sekejap, kupikir menikah adalah solusi terbaik.
ldr tidak pernah jadi masalah buatku, sesungguhnya aku juga bukan orang yang gila afeksi dari kekasihku. tapi aku tau, kata-kata dan sikapnya sangat-sangat berpengaruh kepada kejiwaanku. bahkan hal-hal kecil sekalipun (terserah jika mau menganggapnya berlebihan, aku pun tidak meminta pendapatmu). aku tahu kita tidak akan pernah bertemu dengan orang yang benar-benar cocok untuk kita. pasti ada saja hal didalam dirinya yang perlu kita maklum dan tidak bisa kita tuntut untuk menjadi seperti yang kita harapkan. tapi jadinya, sekarang aku yang merasa tidak pantas. untuk apa kamu menghabiskan waktu denganku sekarang? kamu hanya akan menjadi repot. sedang kamu pun sudah repot dengan tugas akhirmu. semakin hari rasanya aku semakin dekat dengan bibir jurang; pada kata menyerah. setiap kali aku merasa kacau dan kau mendebatnya, aku semakin merasa tidak pantas untukmu. atau bahkan untuk siapapun.
aku rasanya ingin meminta maaf pada kedua orangtuaku. yang menitipkan harapan padaku akan menjadi orang yang mereka doakan sukses, pintar, rajin, dan lain-lain. i just felt i'm a total failure. bahkan untuk jadi pendamping kamu saja aku merasa tidak pantas lagi karena aku tidak membawa dampak baik dalam kehidupanmu. menuju sebentar lagi aku resign. menuju persaingan melamar kerja di jakarta. meuju kehidupan keras. usia semakin bertambah. akhir semesta semakin dekat. dan aku masih saja menjadi sebuah kegagalan.
ilalang,
bandung, 23.18
7 februari 2018
Saturday, January 27, 2018
aku ingin pindah
kota ini begitu indah dan sungguh selalu akan kurindu. disini aku merasa bahwa aku adalah seutuhnya manusia. bekerja cukup, bermain cukup, tertawa cukup, dan merasa cukup hidup. namun belakangan ada sesuatu yang terlalu dominan didalam hidupku, yaitu waktu untuk diriku sendiri yang semakin singkat. waktu denganmu yang semakin bias. aku ingin pundah saja ke jakarta, tinggal sendiri.
sebelum aku bertemu teman-temanku di mr. guan malam minggu itu, pikiranku memang sudah mulai berdebur seperti ombak muda di lautan lepas, perihal mulai seperti robotnya hidupku. seringnya waktu temu kita juga yang semakin tidak jelas. tidak seperti pertama jalan kita mulai bersilangan. serpihan itu kini kubiarkan saja berantakan lagi, tidak baik rasanya memaksamu untuk merapikannya. aku berfikir, sudah saja terlanjur aku jadi robot yang hidup untuk bekerja hingga lelah, hingga ketika pulang aku tinggal tidur dan begitu lagi keesokan harinya. tapi aku tidak bisa melakukan hal itu di bndung, rasanya terlalu jahat jika aku mengabaikan keberadaan ibu yang menungguku untuk pulang seharian.
kadang ketika kamu tidak menemaniku di line aku bingung aku harus melakukan apa lagi. kadang juga tersirat, mungkin aku bisa saja mabuk-mabukan jika aku mau atau sekedar merokok ketika sepi mulai melanda. tapi aku tidak mau jadi orang yang seperti itu karena hal itu dilarang agama, tapi mungkin bagi sebagian orang hal itu sungguh dapat menyembukan pikiran-pikiran yang berkecamuk di dalam kepala mereka. persis seperti suara-suara yang tidak mau berhenti mengoceh didalam kepalaku tentang aku yang butuh ditemani. imbasnya adalah aku selalu membunuh diriku sendiri didalam imajinasi, entah berdiri di ujung jurang atau membayangkan jika kematian adalah sedekat kulit dengan nadi.
aku ingin menangis dengan suara, karena selama ini mataku selalau mencucurkan air mata namun aku tidak dapat menangis... aku tidak ingin ibu kepikiran soal kenapa aku menangis. bukan salahmu aku menangis, aku menangis karena merasa "kenapa sih aku seperti ini, kenapa aku begitu kesepian hingga harus menjadi robot untuk mengatasinya, kenapa aku begitu mudah terluka, kenapa aku begitu lemah." bahkan sempat aku tadi berpikir apakah ruang isolasi di rumah sakit jiwa bisa disewakan? setidaknya untuk aku menangis dan memukul-mukul tembok, meluapkan emosiku hingga lelah. hingga tidur adalah solusi terbaik setelahnya, bukan dengan memendam tangis dan "membunuh" diri sendiri.
aku ingin pindah agar aku bisa menangis dengan suara.
aku ingin pindah agar aku bisa menangis dengan suara.
ilalang,
19.20 | bandung
27 Januari 2018
Sunday, January 21, 2018
tempurung rindu
mungkin aku bertemu denganmu terlalu cepat. atau benang kita bersilangan terlalu dini. selagi engkau menicil rindumu, aku lebih suka menumpahkan sejadi-jadinya.
hingga (mungkin) kau jenuh.
hingga (mungkin) kau mulai menghindar.
hingga (mungkin) kau memilih menjauh.
aku tahu, kamu tidak ingin pergi. kamu hanya tidak suka jika aku berlebihan. berlebihan menrindu, berlebihan mencinta, berlebihan kehilanganmu. padahal akupun tahu, kamu tidak akan kemana-mana. aku sangat percaya itu. kamu adalah baik. kamu adalah seimbang. andai tak mengapa jika aku mengeluh kepadamu perihal temu suara yang kurindu sangat. namun waktu yang semakin singkat nampaknya menjawab semuanya. aku tidak ingin di tengah jalan kamu merasa enggan lagi bersama. yang paling ku benci dari pertemuan adalah perpisahan yang mengikuti dibelakangnya, seperti yang pernah aku bilang.
rasanya menyedihkan, aku hanya bisa kabur ke dalam tidur setiap aku rindu dan aku tak mau mengganggu kamu. berharap setitik kamu kutemukan dalam buaian bunga tidurku, tak perlu kau buang uangmu untuk menemuiku saat aku benar-benar merindu. apakah kita bisa sampai kesana? rasanya jalan itu begitu jauh...
ilalang,
22 januari 2018
bandung | 12:59 am
Friday, January 5, 2018
jumpa yang kian mahal
pertemuan denganmu itu sangat mahal, dalam arti sebenarnya, dan kiasan.
semenjak ibuku berkata "uang mah bisa dicari, tapi kesempatan mungkin tidak datang dua kali" aku jadi percaya bahwa uang itu bukan segalanya (walaupun segalanya dibeli pakai uang). aku tidak pernah merasa menyesal untuk menyisihkan uangku untuk menemuimu yang jauh disana, atau sekedar membuat sesuatu untukmu walau mengeluarkan biaya. seperti ulang tahunmu kemarin, walaupun aku sudah membelikanmu kue ulang tahun lengkap dengan lilin, kamu mematikan kameramu saat kita videocall.
walau kamu bilang semua pemberianku kau simpan dan kamu suka, tapi nampaknya itu bukan sesuatu yang berarti untukmu, tidak membuatmu bahagia atau makin mencintaiku. sejak itulah aku berpikir bahwa kamu bukan tipe orang yang suka dibuatkan sesuatu agar kamu bisa bahagia. saking sibuknya mencari-cari apa yang bisa membuatmu merasa senang denganku, aku sampai lupa bertanya pada diriku, apa yang membuatku senang denganmu?
kamu pernah bertanya mengenai apa yang membuatku tidak senang denganmu sebagai bahan introspeksi, namun, tahukah kamu hal yang membuatku senang denganmu?
kamu adalah sesuatu yang membuatku hidup, membuatku merasa aku ada untuk seseorang. setelah sering kali aku mengatakan bahwa aku kesepian di dunia yang luas ini, di ribuan teman sosial media, aku selalu kesepian. tidak ada yang mengajakku pergi menonton atau sekedar ngopi dan berbincang-bincang. Dan kamu, kamu adalah satu-satunya yang mau melakukan itu untuk aku.
repetisi hari berakhir pada menatap kosong lima sisi, dan yang ku tahu pasti, hadirmu pada waktu selepas transisi adalah kosong yang kemudian penuh terisi.
hidupku selepas kuliah hanya berkutat pada rumah dan kantor hingga pada titik jenuhku aku mulai merasa seperti robot. bukan mengenai suasana maupun beban pekerjaan, melainkan waktu yang kuhabiskan bukan untuk diriku sendiri. satu-satunya waktu yang kupunya adalah selepas bekerja dan yang ku lakukan sebelum adanya kamu adalah segera pergi tidur agar tidak berpikir yang macam-macam. namun setelah malam itu kamu bersedia untuk merapihkan serpihan hatiku yang kubiarkan berantakan, aku merasa warna mulai menyeruak masuk kedalam hari-hari ku bersamamu.
kamu adalah taman bermain, setidaknya itu hal yang paling mungkin untuk mendeskripsikan dirimu. karena untuk mengistirahatkan hatiku, kadang kamu masih menganggapku terlalu teman, sehingga denganmu dibanding menjadi teh yang membuat rileks, kamu lebih seperti kopi yang membuatku semangat. sepulang kerja yang menghabiskan 3/4 tenagaku, aku menyapamu. terkadang ketika aku baru pulang, kamu pergi membeli makan, dan selama kamu makan sebenarnya energiku kembali tersedot karena aku menunggumu sambil tiduran. aku tidak mengerti padahal dulu kita bisa menghabiskan 5 jam untuk mengobrol kesana kemari, dan pointless, tapi tak mengapa, aku suka sekali! makin lama waktu denganmu semakin sulit dicari, semakin mahal.
bukan hanya karena kamu adalah tipikal orang yang jarang memegang ponsel, tapi juga kamrena kamu sudah mulai sibuk tugas akhir. aku ingin sekali percaya bahwa di waktu-waktumu tanpa kita berkomunikasi, kamu mengerjakan tugas akhirmu. aku sangat ingin sekali percaya. karena aku akan sedih jika halnya kamu tidak menghubungiku, padahal waktu luangmu banyak. aku sedih sekali tidak menjadi hal pertama yang kamu cari ketika kamu punya waktu luang....
aku takut kamu bosan denganku karena aku selalu ada setiap hari.
padahal kamu adalah yang selalu aku tunggu setiap hari....
ilalang,
4 desember 2018
bandung, 10:42
setelah satu hari penuh
kucoba tidak tergantung padamu
Subscribe to:
Posts (Atom)
