Pages

Friday, October 19, 2018

a letter to you

kepada kamu,

kalau boleh aku ulang waktu, kalau bisa aku kembali menjadi aku yang baru putus dengan langit, hadirlah lebih awal sehingga aku tidak perlu bertemu dengan bukit. aku bisa mengatakan bahwa aku yang sekarang ini adalah bentukan dari bagaimana bukit memperlakukanku. maaf bila imbasnya aku jadi sangat-sangat aneh bagimu, menyebalkan, tidak biasa. waktu aku dengan langit, aku adalah orang yang nerima-nerima saja, tidak pernah ada pertengkaran hebat. aku yang akan galau sendiri dan kamu tidak perlu pusing memikirkan perasaan aku.

maaf kalau kamu kian menjadi lelah, aku pun tidak mau berpisah denganmu, tapi ketika kamu rasa kamu sudah pada batas sabarmu, apa yang bisa aku lakukan. tidak mungkin ada jalan kembali.

kalau bisa aku ulang waktu, mungkin aku tidak akan membalas pesan2mu dengan perasaan. karena mungkin, kalau aku tidak ada, kamu sekarang bisa bersama perempuan itu... yang telah lama kamu kenal dan pasti dia adalah perempuan baik yang tidak menuntutmu banyak hal, tidak akan memintamu untuk mengerti badai yang ada di dalam otaknya. kamu akan lebih bahagia, tanpa beban. jika saja aku bisa.

dan aku akan menggila sendiri di perantauan. aku tidak tahu lagi apa yang aku mau selain menyiksa badan dan mentalku disini. kamu sungguh-sungguh obat bagiku disini, tapi aku adalah racun bagimu. apa yang bisa aku perbuat? maaf telah menempamu dengan harus mengasuh aku yang seperti ini.

aku sudah tidak ingin menahanmu,
pergilah jika kamu mau.

aku hanya akan membebani kamu.

No comments:

Post a Comment