Pages

Tuesday, June 2, 2015

menit pertama untuk selamanya

 
kita dipertemukan oleh hati yang sama-sama resah. dari kamu yang merantau ke kota kemarau. dan aku yang ditinggal hati dibiarkan tunggal. keluh akan peluh yang selalu menghantui raga dan jiwa. kita adalah manusia-manusia tanpa rumah berpulang untuk sekedar merebah lelah. 

kita dipersatukan oleh nada. waktu dan irama ketika bersenandung bersama. malam dimana aku baru menyadari, hal yang aku butuhkan segalanya terdapat pada kesederhanaan canda dan kelembutan sikapmu. aku yang selama ini tangguh bagai batu, ternyata rapuh di hitungan kesepuluh. ketika hangat senyummu dan damai parasmu menghanyutkan segala keraguanku. aku jatuh cinta, pada menit pertama. 

kepada kamu wahai rusuk, aku akan menggenapkan tulangmu yang hilang. dekaplah aku hingga nirwana. sehingga bahagia akan selalu menjadi rumah untuk berpulang. demi serpihan aksara yang kau susun penuh makna, dan kata yang yang menjadi rima. kepadamu selamanya, aku jatuh cinta.

No comments:

Post a Comment