Pages

Friday, September 25, 2015

sedikit tentang menulis

hai aksara yang sudah lama tak ku eja.

aku ingin sedikit bercerita tentang yang tak pernah aku tulis; apa-apa saja yang sudah lewat. tentang bahagia yang melengkungkan sabit di bibir, tentang luka yang kusimpan tak ingn lagi ku buka. tentang malam yang hangat dan siang yang dingin. segalanya tak dapat aku rangkai dalam prosa panjang karena aku tak ingin menantang rasa pada orang yang ku sayang. memaksaku menulisnya hanya akan membuatku hilang rasa pada menulis, karena kini, menulis bukanlah rutinitasku. entah, aku mungkin sudah terlalu tua untuk mengeluh dan merasa galau yang berlarut.

aku pun hanya dapat merangkum bahagiaku dalam satu perasaan abadi seperti lilin yang tidak pernah mati. cahayanya remang di kegelapan namun terang dalam gulita. menghangatkan jiwa yang terjaga di dalam raga untuk seribu tahun lagi. dia adalah bukit tempat aku pulang. rumahku ada di dalam hatinya. dekapnya adalah sayap malaikat yang membuatku merasa aman dan nyaman, selalu ingin berlama-lama jika ada di sana. sudah tak perlu lagi ditanya rasa sayangnya kepadaku karena ia selalu berusaha tanpa cela untuk menjadi sempurna. tapi bagikut ketidak sempurnaan adalah sempurna. seperti ketidak seimbangan justu adalah seimbang. begitu juga dengan ketidak pastian adalah sesuatu yang pasti. sehingga tanpa ia harus menjadi sempurna, dia sudah sempurna untukku.

satu aksara disini lebih berarti dari ratusan posting pada panda yang bergumam maupun langit yang rindang. perasaan mendalam dan konflik jauh lebih bisa aku saring disini. sehingga, bukit bisa menjalankan fungsinya sebagai tempatku bercerita. salah paham dan bicara di belakang tidak akan terjadi bila aku sudah mencaritakan segalanya pada bukit begitu juga sebaliknya. aku sudah lega tanpa menyisakan gundah yang menyesakkan. 

atau dilain kata aku sudah cukup dewasa untuk mencerna. 

kemarin kami ke sana, bukit yang dipenuhi ilalang, menghabiskan sisa senja dengan berbaing menatap langit yang kian jingga. dalam dekap dan peluknya aku merasa nyaman, tak ingin peluk itu menjadi milik orang selain aku. bersamanya aku bahagia, terus dan akan selalu. aku ingin melalui segalanya dengan dia. sajak abadi dalam hati, bukit ku :) 


No comments:

Post a Comment