tulisan ini dibuat berdasarkan pemahaman dan tujuan saya sendiri sebagai manusia. bukan untuk berdebat apalagi memenangkan trofi untuk jadi yang paling benar.
belakangan ini saya banyak membaca artikel tentang betapa mahalnya biaya pernikahan, betapa besarnya "gengsi" yang harus dibayar untuk sehari pesta pernikahan, dan betapa besarnya biaya hidup yang harus ditanggung kepala keluarga yang terhitung masih berusia muda. banyak sekali teman-teman saya yang mengeshare tentang hal itu, kadang juga sampai pada mengolok-olok orang-orang yang bercita-cita menikah muda. alasan yang mereka lontarkan sederhana "emangnya nikah soal ena ena-an aja, biayanya mahal tau", daripada berbicara soal menikah adalah ibadah, mereka malah lebih khawatir akan kesejahteraannya hidup terlepas dari orang tua dan mempunyai tanggung jawab langsung kepada Tuhan.
Pun teman saya, sebut saja A (25tahun) yang sudah menikah, dia memiliki padangan bahwa menikah muda dan memiliki anak adalah hal yang sebenarnya sangat riskan. baik dari sisi finansial maupun psikologis. hal itu berdampak pada pandangan dia terhadap akun-akun musllim yang menganjurkan untuk menikah, dan bukan pacaran. A melalui masa pacaran terlebih dahulu, mungkin sudah 2 atau 3 tahun, dari hal-hal yang pasangain ini sebar di media sosial terlihat seperti selalu saja ada masalah yang membuat saya tidak yakin apakah pasangan ini dapat saling mendewasakan. pasangan ini memiliki status finansial yang lebih dari cukup karena gaji sang suami diatas rata-rata, namun cuitannya selalu bernada mayor bahwa "menikah itu mahal".
Mari kita ambil contoh teman saya yang lain, sebut saja B (21 tahun) yang sudah menikah dan langsung memiliki anak. B adalah perempuan muslimah yang sangat taat dalam agama, besar di keluarga yang agamis, dan selalu mempraktikkan ilmu-ilmu agama pada kehidupannya sehari-hari. dia satu fakultas dengan saya, sehingga saya bisa menilai bahwa dia bukan seorang yang radikal walaupun dari segi penampilan dia sangat syar'i. dia juga cerewet seperti perempuan lain, tapi dia lebih cerdas memilih hal yang dia bagikan. dia membagikan konten yang bisa jadi pelajaran berdasarkan pengalamannya menikah, baiknya, buruknya (yang jarang terjadi), dan bukan menggiring opini publik secara radikal. Saya lihat updateannya selalu, ya selayaknya pasangan hangat seperti baru pacaran namun telah diberi pemanis lagi berupa baby yang sehat dan ganteng. tidak rewel. adem sekali lihat pasangan muda yang hangat ini.
Saya pribadi telah sampai pada pemahaman bahwa menikah adalah ibadah. ibadah sang suami menjadi imam yang baik bagi keluarga dan sang istri menjadi sebaik-baiknya pendamping yang mendukung suami di jalan kebaikan. segala yang berhubungan dengan pernikahan yang didasarkan oleh ibadah pada sang pencipta sejatinya akan diberi kelapangan dalam segala urusan. yang pertama adalah karena pasangan tersebut yakin akan rezeki yang akan selalu dicukupkan. yang kedua, dibanding berpacaran, menikah akan lebih membawa ketenangan bagi jiwa karena ada dalam hubungan yang juga diridhai. last but not least, tidak perlu bermegah-megah saat akad nikah karena uangnya dapat digunakan untuk menabung di kemudian hari.
Saya tidak punya target sebenarnya untuk menikah usia berapa, tahun ini saya berusia 23, dan jika saya bilang saya mau menikah usia 25 itu berati 2 tahun lagi, dan calonnya pun belum ada. kenapa nggak taaruf aja? daftar di salman? saya lebih senang ketika orang yang jadi pasangan saya kelak adalah orang-orang yang ada di sekitar saya, karena mereka tidak perlu membuktikan apa-apa jika mau dengan saya, saya telah memahami mereka tanpa harus ada yang disembunyikan. sementara saya tidak pernah jadi pilihan orang-orang di sekitar saya, setidaknya semoga mereka tahu, kalau saya selalu berusaha memperbaiki diri dan kelak dapat menjadi isteri yang baik untuk mereka yang memilih saya.
Jodoh telah tertulis, dan saya bukan Tuhan...
saya akan berhenti berharap kepada bukit
tapi saya tidak akan pernah berhenti berharap kepada Tuhan
bahwa Dia telah menyediakan jodoh yang pantas untuk saya
dan sayapun pantas untuknya..
Ilalang,
5 agustus 2017
10:28
No comments:
Post a Comment